Opini: Maba Tidak Wajib Masuk Organisasi Mahasiswa
Suarahijau.com, MAKASSAR – Kehadiran Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di kehidupan pendidikan kampus menjadi suatu hal yang menarik untuk disimak oleh seorang Mahasiswa Baru (Maba).
Namun sering kali menjadi pertanyaan tentang bagaimana Ormawa tersebut. Apakah wajib atau tidak untuk dimasuki oleh seorang Maba.
Ketua 1 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra (FS) Adnan Alimuddin menyampaikan jika Ormawa yang ideal adalah Ormawa yang dapat mengembangkan kemampuan Leadership (Kepemimpinan) anggotanya.
Selain itu, Adnan menyampaikan bahwa organisasi perlu hadir dalam membimbing seorang Maba dalam mengelola waktu dan memperluas suatu relasi antar Mahasiswa.
“Oleh karena itu penting untuk mahasiswa khususnya yang masih baru untuk bergabung pada Organisasi internal kampus terutama pada himpunan jurusan mereka yang tentunya lebih dekat dari disiplin ilmu yang dipelajari dan ketika bergabung maka tentunya perlu keaktifan sebagai anggota organisasi tersebut,” terang Adnan Sabtu (10/2) sore.
Baca Juga :
Hari Pers Nasional : LPM Suara Hijau akan Kampanyekan kemerdekaan pers kampus
Sambut DIKOM VOLUME XI HIMIKOM UMI akan gelar Workshop Nasional dan Pagelaran Karya.
Adnan juga beranggapan jika banyaknya pertanyaan dari seorang Maba untuk bergabung dengan Ormawa. Terlebih berbagai isu yang menyudutkan kehadiran Ormawa.
Akan tetapi menurutnya, pertanyaan seperti itu perlu dilihat dari berbagai sisi termasuk sisi positif suatu Ormawa.
“Sebagaimana kata pepatah Sekecil-kecilnya ikan ada dagingnya, sebesar-besarnya juga tentu ada tulangnya, maksudnya segala sesuatu perlu melihat sisi negatif dan positif, namun sebagai mahasiswa haruslah cerdas dalam menyikapi,”jelasnya.
Senada dengan Adnan, Kordinator DPO Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himikom) UMI, Qadri juga menyampaikan jika organisasi bukanlah hal yang wajib namun penting untuk diikuti Maba.
“Dia tidak wajib tapi sifatnya penting karena dengan bergabung dengan Ormawa maka pemahaman yang ada didalam kelas akan lebih terkaji diluar kelas dan itu ada di Ormawa,” terangnya.
Lebih lanjut, terkait pengembangan diri di Ormawa menurut Qadri terletak pada anggota itu sendiri bagaimana dirinya dapat menggali potensi dengan segala hal yang disediakan oleh organisasi tersebut.
“Terkait pengembangan potensi diri maka individu orang yang didalam organisasi tersebutlah yang bisa menentukan bagaimana dia dapat berkembang, karena tentu menurut saya organisasi hanyalah wadah untuk mengembangkan keilmuan tersebut,”tuturnya.
(Red)*

Comments (0)