Kmp Umi Gelar Sosialisasi Pendidikan di Kaseralau, Angkat Nilai Strategis Pendidikan untuk Masyarakat

SUARAHIJAU.ID, Pinrang – Kerukunan Mahasiswa Pinrang (KMP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan di Desa Kaseralau, Kabupaten Pinrang, pada Selasa, 1 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat serta respons terhadap rendahnya akses pendidikan di wilayah pelosok.

Sosialisasi ini diselenggarakan dengan menyasar seluruh lapisan masyarakat Kaseralau, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ketua Umum Kmp UMI, Muhammad Al Farizi Sudihin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari observasi langsung yang dilakukan oleh timnya. Dalam peninjauan itu, ditemukan sejumlah tantangan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat setempat.

“Kami melihat bahwa masih terdapat kesenjangan akses informasi dan pendidikan formal di wilayah ini. Selain itu, karakter masyarakat yang kolektif memungkinkan pendekatan kultural dan partisipatif lebih efektif, sehingga pesan pendidikan dapat diterima secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya saat diwawancarai tim SUARAHIJAU.ID.

Menurut Farizi, pendekatan partisipatif lebih cocok diterapkan di Kaseralau karena masyarakatnya masih memegang kuat nilai-nilai gotong royong. Dengan demikian, pesan tentang pentingnya pendidikan dapat lebih mudah diterima dan dipraktikkan.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang yang memberikan materi secara langsung kepada masyarakat. Farizi menambahkan bahwa metode ceramah interaktif menjadi cara yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan penting terkait pendidikan.

Baca Juga :

Pendidikan yang Bungkam

“Sosialisasi yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Kaseralau ini mengusung metode ceramah yang disampaikan langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang sebagai narasumber utama,” tambahnya.

Terbaru : 

Propaganda Himikom UMI, Langkah Awal Mahasiswa Baru Jadi Kader Unggul

Lanjut Farizi mengungkapkan kegiatan ini untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, terutama di daerah pelosok yang selama ini kurang tersentuh oleh program-program edukatif.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar membekas dalam pemikiran masyarakat dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak dan remaja di desa tersebut.

Penulis : Muh Adli Faathir

Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca