Ketum BLM FS UMI Soroti Kurangnya Fasilitas Co-Working Space

Suarahijau.com, Makassar – Ketua Umum Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Sastra (FS) UMI, Gunawan Jaya menyoroti kurangnya Fasilitas Co-Working Space (Ruang kerja bersama).

Gunawan menyebutkan jika hal itu dia sampaikan berdasarkan aspirasi yang dirinya terima dari mahasiswa FS sendiri.

“Jadi memang dari link aspirasi yang kami buat, beberapa aspirasi mahasiswa yang kami terima itu terkait kurangnya working space,” ungkap Gunawan kepada suarahijau Sabtu (10/1) Malam.

Baca Juga :

Opini: Maba Tidak Wajib Masuk Organisasi Mahasiswa

Menurut Gunawan, perlunya fasilitas Co-Working Space sebagai sarana untuk mempermudah mahasiswa dalam mengerjakan tugas saat di kampus.

“Harusnya fakultas dapat menyediakan fasilitas itu karena dengan adanya working space itu tentu dapat memudahkan mahasiswa dalam mengerjakan tugasnya saat berada di lingkungan kampus terkhusus fakultas sastra,” tuturnya.

“Termasuk dengan penyediaan fasilitas wifi yang perlu diperkuat,”sambungnya.

Baca juga:

Hari Pers Nasional : LPM Suara Hijau akan Kampanyekan kemerdekaan pers kampus

Olehnya itu Gunawan mengharapkan agar pihak FS UMI dapat mengusulkan untuk pengadaan Co-working space ke pihak rektorat UMI.

“Harusnya Fakultas sastra bisa memperjuangkan untuk pengajuan pengadaan pembangunan co-working space di fakultas sastra untuk memfasilitasi mahasiswa di fakultas agar bisa belajar dengan nyaman,” tutup Gunawan.

Gunawan juga menyebutkan hanya ada satu ruang lembaga mahasiswa yang berada dilantai 1. Menurutnya Fasilitas ruang lembaga itu juga kurang memadai untuk aktivitas seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

“Itu kalau ruang lembaga hanya ada satu padahal ada delapan HMJ baru biasa bertabrakan agenda masing-masing himpunan dan memang itu untuk mahasiswa yang masuk organisasi saja yang berhak menggunakan,” tutur Gunawan.

Berdasarkan penelusuran, hanya ada beberapa Fasilitas yang digunakan oleh para mahasiswa untuk mengerjakan tugas kuliahnya atau agenda organisasi lainnya.

Seperti Gazebo yang berada di depan Fakultas Sastra yang kondisinya pun nampak mengkhawatirkan bahkan dapat mencederai penggunanya lantaran kondisi kayunya yang nampak sudah lapuk.

Kemudian dilantai dua Fakultas Sastra sendiri hanya menyediakan beberapa bangku panjang untuk tempat beristirahat sejenak para mahasiswa.

Hingga berita ini ditayangkan, kami telah mencoba menghubungi pihak Civitas FS terkait sorotan tersebut namun belum ada tanggapan.

(Red)

Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca