Mimpi yang Terhenti di Ujung Jalan

Oleh : Nabila

Di tanah yang kaya, bangsa terhampar

Ada yang belajar di bawah cahaya lampu petromaks

Ada yang berjuang di sekolah tanpa atap

Di mana harapan terjebak dalam kerikil jalan tak rata

Anak-anak desa menatap langit penuh mimpi

Namun tak semua mampu mengejar bintang

Di kota besar, ilmu berlimpah dalam perpustakaan

Namun di pelosok, buku pun masih jadi barang langka

Mereka yang terlahir dengan akses lebih mudah

Melangkah lebih cepat, menuju masa depan cerah

Sementara yang jauh dari hiruk-pikuk dunia

Menempuh jalan terjal, tanpa peta yang jelas

Dari sabang sampai merauke

Tertinggal suara mereka yang tak terdengar

Satu ingin tahu, satu lagi bertanya kapan bisa belajar

Mimpi yang seharusnya setara, terkoyak oleh jarak dan waktu

Pendidikan bukan lagi hak, tapi sebuah perjuangan

Ketimpangan ini terus berjalan, tak terpecahkan

Bukan hanya soal angka dan statistik

Tapi tentang cita-cita yang harus terwujud

Untuk setiap anak, di setiap sudut negeri ini

Makassar, 7 Juli 2025

Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca