Pendidikan yang Bungkam

Oleh : Bela Sulistyawati

SUARAHIJAU.ID, GOWA- Pendidikan seharusnya menjadi jalan menuju kebebasan berpikir, ruang untuk menggali imajinasi, serta tempat di mana setiap individu diberi hak untuk tumbuh sesuai dengan potensinya. Namun, realitasnya jauh dari harapan. Hari ini, pendidikan kian membungkam. Di balik dinding-dinding institusi pendidikan, terdengar jeritan yang sunyi : keluhan-keluhan yang tak digubris, pemikiran-pemikiran yang diminta seragam, dan hak menyuarakan pendapat yang justru dicabut.

Sistem pendidikan kita terjebak dalam konformitas. Segala sesuatu harus sesuai aturan, sesuai standar, sesuai kehendak penguasa kurikulum yang tak selalu memahami realitas di lapangan. Kampus yang seharusnya menjadi taman pemikiran bebas malah menjelma seperti pabrik penghasil produk serupa: lulus, kerja, diam.

Kuliah tak lagi membebaskan. Di ruang-ruang kelas yang kaku, dosen bicara, mahasiswa mencatat, lalu menghafal. Ruang berdiskusi nyaris tiada. Inovasi tak lagi jadi keharusan, bahkan dianggap gangguan. Pendidikan kita perlahan menjadi kuburan ide : dingin, beku, dan kehilangan arah.

Namun, di tengah sistem yang kian mengekang, tak semua diam. Masih ada bara semangat yang terus menyala. Masih ada suara-suara berani yang menolak tunduk. Mereka menyuarakan pentingnya perubahan, menuntut kesetaraan, kebebasan, dan pembebasan dari segala bentuk ketidakadilan, diskriminasi, serta ketergantungan yang menjerat kelompok-kelompok tertentu dalam dunia pendidikan.

Baca Juga : 

https://suarahijau.id/opinilembaga-advokasi-mahasiswa-akhir-solusi-dibalik-diskriminasi-lipatan-kertas-skripsi/

https://suarahijau.id/opini-maba-tidak-wajib-masuk-organisasi-mahasiswa/

Kita butuh pendidikan yang membebaskan, bukan membelenggu. Kita harus memperjuangkan hak atas pengetahuan yang berkualitas, yang tak hanya dikuasai oleh elite, apalagi dikendalikan oleh kepentingan ekonomi politik semata. Pendidikan bukan alat produksi tenaga kerja murah. Pendidikan adalah hak dan hak itu harus direbut kembali.

Terbaru : 

https://suarahijau.id/pesan-alumni-jaga-himikom-umi/

Siapapun yang memperjuangkan sesuatu, dialah yang paling berhak atas dirinya sendiri. Maka perjuangkan pendidikan yang memerdekakan, bukan membungkam.

 

(Red)**

 

 

 

Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca