Pesan Alumni: Jaga Himikom UMI
Oleh: Muhammad Nur Alqadri, S.Ikom
SUARAHIJAU.ID -Sudah dua tahun saya meninggalkan kampus tercinta, Universitas Muslim Indonesia (UMI), untuk mengarungi samudra kehidupan.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Banyak kenangan tertinggal di kampus serba hijau itu.
Mulai dari dinamika organisasi hingga romantisme masa kuliah, semuanya masih membekas di benak saya yang kini bekerja sebagai reporter di salah satu media swasta di Makassar.
Sang Proklamator, Ir. Soekarno, pernah menyerukan makna Jas Merah dalam pidatonya:
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah.”
Lima kata yang penuh makna itu kembali terngiang saat saya mengenang masa-masa perkuliahan. Salah satu yang paling membekas adalah organisasi yang membentuk saya ialah Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himikom) UMI.
Enam tahun lalu, anak rantau asal Kabupaten Enrekang ini datang ke Kota Daeng Makassar demi menuntut ilmu. Saat itu, belum terlintas di pikiran jikalau organisasi kampus bisa begitu berpengaruh dalam membentuk masa depan.
Himikom UMI, yang awalnya saya kenal hanya sebagai wadah mahasiswa Ilmu Komunikasi, ternyata memberi dampak besar dalam kehidupan saya hari ini.
Meski kini banyak narasi menyebut organisasi tidak lagi relevan dengan dunia kerja, nyatanya justru sebaliknya. Sebagai lulusan Ilmu Komunikasi yang kini menekuni dunia jurnalistik, saya merasakan manfaat besar berkat terlibat aktif dalam organisasi mahasiswa untuk mengkonstruksi masa depan.
Organisasi adalah wadah formal yang menyatukan individu dalam mencapai tujuan bersama. Di dalamnya, mahasiswa bisa menempa keterampilan, memperluas jaringan, dan membangun karakter.
Beberapa biro di bawah Himikom UMI menjadi bukti nyata kontribusi organisasi ini.
Sebut saja LPM Suara Hijau, media kampus yang berdiri sejak 2021. Sebagai platform pers mahasiswa, Suara Hijau memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar menulis secara mandiri, membentuk kemampuan jurnalistik secara alami.
Kemudian ada Lemiks, biro fotografi yang mewadahi pencinta seni foto. Melalui Lemiks, mahasiswa dapat berbagi ide dan pengalaman dalam menangkap momen kehidupan.
Bagi yang tertarik pada desain, CDC Himikom UMI menjadi tempat untuk menuangkan kreativitas visual dalam berbagai media.
Tak kalah menarik, Biro Broadcasting hadir dengan program unggulannya “Kabar Merah Biru” yang menampilkan konten dokumenter, live report, hingga tayangan edukatif, dikemas secara profesional oleh mahasiswa sendiri.
Melihat berbagai potensi ini, menjaga dan merawat Himikom UMI bukan sekadar tanggung jawab struktural, melainkan bagian dari dakwah kampus yang harus terus dihidupkan.
Perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal lumrah. Justru perbedaan itulah yang membuat dinamika organisasi menjadi berwarna.
Baca Juga :
Warga HIMIKOM UMI Lakukan Aksi Nyata di Dusun Bara, Maros.
Termasuk dinamika antara prodi dan pengurus organisasi, selama masih dalam koridor konstruktif, seharusnya menjadi ruang kolaborasi, bukan konflik.
Sebagai alumni, kami punya tanggung jawab moral untuk menjaga organisasi yang pernah membentuk kami. Himikom UMI telah melahirkan banyak alumni berkompeten di berbagai bidang.
Terbaru :
LPM Suara Hijau akan rekrut Jurnalis Baru dengan 4 tawaran Divisi
Kini saatnya membalas, bukan sekadar nostalgia, tetapi aksi nyata.
Semoga pesan harmoni ini menjadi jembatan kolaborasi antara Prodi Ilmu Komunikasi dan pengurus Himikom UMI untuk menciptakan generasi yang lebih baik.
(Red)**

Comments (0)