Infrastruktur: Harapan Warga Dusun Bara

Maros, Suarahijau  Permasalahan infrastruktur menjadi PR bagi pemerintah untuk akses jalan masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Maros tepatnya di Dusun Bara, (Kamis, 21/11/2024).

Diketahui, pendapatan utama masyarakat dusun Bara merupakan hasil dari pertanian. Namun, dengan rendahnya harga jual hasil kebun menjadi hambatan besar ekonomi petani yang diakibatkan oleh buruknya akses jalan yang berada di dusun tersebut.

Sala satu warga mengeluhkan akses jalan yang buruk dan jembatan yang sering mengalami kerusakan menghambat pemasaran hasil kebun ke luar dusun bara. Hal ini yang membuat petani terpaksa menjual hasil kebunnya dengan harga murah.

Hasil Panen Warga Dusun Bara.
Dokumentasi: Muh Irsal Fahreza

“Dusun ini terpencil tapi penghasilan kebunnya di sini banyak, tapi jalan sama jembatan tidak bisa naik mobil dari bawah. Kalau bagus itu jalanan sama jembatan mungkin bisa dikasih naik harganya karena pasti berlomba-lomba itu penjual datang ke sini.” Ucap Daeng Saldi petani dusun Bara.

Baca Juga:

Tenda Tak Menjanjikan, Siswa Dusun Bara Menanti Solusi Pendidikan Yang layak

Warga HIMIKOM UMI Lakukan Aksi Nyata di Dusun Bara, Maros.

Daeng Saldi mengungkapkan, sebelumnya dia pernah menawarkan untuk melakukan perbaikan infrastruktur kepada perangkat desa, Namun inisiatifnya tidak pernah ditindak lanjuti.

“Pernahja tawarkan bantuan perbaikan itu jalan 1 juta per bulan ke pak dusun sama pak Desa tapi tidak pernah ada lanjutannya. Terus itu jembatan di bawah sering diukur-ukur tapi tidak dikerja, setiap mau pemilihan begitu terus.” Sambungnya.

Selain dampak secara ekonomi warga juga mengeluhkan terkait akses jalan yang tidak pernah disentuh bantuan pemerintah.

“Ituji susahnya kalau hujan karena pasti licin sekali jalanan karena tanah yang basah, baru susahnya juga karena tenggelam itu ban di tanah kalau mengantar ke bawah terus tidak banyak juga warga yang punya kendaraan” tutup Daeng Zainal sala satu petani di dusun Bara.

Penulis: Ahmad Naufal Zaky

(Red)**

Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca