Tenda Tak Menjanjikan, Siswa Dusun Bara Menanti Solusi Pendidikan Yang layak
Maros, Suarahijau – Kondisi pendidikan di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, menghadapi tantangan serius akibat minimnya fasilitas yang memadai. Meskipun pemerintah telah mengirimkan tenda sebagai solusi sementara, prasarana tersebut ternyata tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar secara optimal.
Tenda ini diberikan oleh Dinas Pendidikan beberapa bulan lalu dengan harapan dapat menyediakan ruang belajar yang lebih nyaman bagi para siswa.
Namun, tenda tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti meja dan kursi, serta tidak mampu melindungi siswa dari kondisi cuaca ekstrem. Keadaan ini membuat siswa lebih memilih beradaptasi dengan belajar di bawah kolong rumah, yang dianggap lebih nyaman meski kurang ideal.
Baca Juga:
Warga HIMIKOM UMI Lakukan Aksi Nyata di Dusun Bara, Maros.
Persiapan Menuju Pengabdian Masyarakat, HIMIKOM UMI Melakukan Final Check di Dusun Bara, Maros.
“Tidak bisa dipake di bawah, tidak ada mejana, terlalu panaski disitu ia”. Ucap Saldi selaku siswa kelas 5 SD (20/11).
Seorang guru di sekolah tersebut juga mengungkapkan bahwa mereka terpaksa tidak menggunakan tenda saat hujan karena kondisi yang tidak memadai. Mereka merasa canggung untuk memberi tahu Dinas Pendidikan bahwa tenda tersebut tidak digunakan, meskipun mereka tahu tenda itu seharusnya dimanfaatkan.

Dokumentasi: Muh Irsal Fahreza
“Kalau hujan itu kami tidak pakai dibawah, kalau ada dari dinas hubungi ‘Bagaimana dek? Nu pakaiji?’, Bilang ‘iye pak dipakaiji’, karena tidak enak juga bilang tidak dipakai, jangan sampai mereka bilang buat apa dikasih kalau tidak dipakaiji. Mauki jelaskan begini begitu, paling-paling bilang ‘ah tidak adaji alasan begitu, banyakji cara itu kalau begitu’.” ungkap Suryadi, salah seorang guru di sekolah tersebut (20/11).
Suryadi juga berharap ada pihak lain yang dapat membantu dalam memperjuangkan perbaikan fasilitas pendidikan di Dusun Bara. Ia mengungkapkan bahwa meski sudah berinisiatif untuk memperbaiki kondisi pendidikan di sana, namun tanpa dukungan dari pemerintah setempat, hal tersebut menjadi sangat sulit.
“Kalau ada teman-teman lain yang mau membantu kami, melihat anak-anak ini begini, adukanlah. Dalam artian bantu kami mengadukan ke dinas. Kami ini sudah inisiatif bantu mereka tapi kita bagaimana pemerintah? Kan mereka sudah tau bahwa sekolah di Bara sudah ada, tapi tudak ada bantuan fasilitas kodong, kapan ada itu?.” Harapnya
Penulis: Ahmad Naufal Zaky
(Red)**

Comments (0)